Ketakutan Public Speaking Jadi Bahan Pelatihan di UM Magelang

MAGELANG SELATAN – Bagi sebagian orang tampil berbicara di depan publik merupakan sesuatu yang menakutkan. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Kelompok Kerja (Pokja) soft skill Universitas Muhammadiyah Magelang (UM) Magelang, dari 150 mahasiswa yang disurvei, 80 persen diantaranya mengaku membutuhkan pelatihan keterampilan berkomunikasi dengan baik.

Atas dasar alasan itu, pelatihan soft skill Public Speaking oleh pokja soft skill Lembaga Pengembangan Mahasiswa dan Alumni (LPMA) UM Magelang di Aula Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) digelar kemarin.

Ketua Pokja, Akhmad Liana Amrul Haq, MP.Si mengungkapkan, ada 62 peserta yang seluruhnya adalah mahasiswa UM Magelang. Mereka begitu antusias mengikuti tahapan dan materi pembelajaran tentang tips-tips berpidato di depan publik dengan baik.

“Pelatihan ini diadakan karena sebagai modal mahasiswa untuk berani tampil di muka umum untuk menjadi master of ceremony (MC) atau membawakan presentasi saat kuliah.” ujarnya.

Amrul mengatakan, acara soft skill serupa akan dilakukan setiap dua bulan sekali dengan tema yang berbeda, diantaranya protokoler, perawatan jenazah, dan lainnya. ini diharapkan agar mahasiswa memiliki pendalaman dalam melatih kemampuan bicara mereka di muka umum.

“Diharapkan nantinya mahasiswa UM Magelang dapat memiliki keterampilan yang baik dalam akademik maupun nonakademik.” ujarnya.

Sementara itu, Pristy Sukmasetya, M.Kom yang ditunjuk sebagai pemateri menyampaikan bahwa perasaan takut dalam ber public speaking menempati urutan kedua setelah takut terbang dalam Top Fear versi surveinya. Ia menyebutkan, kunci kesuksesan berbicara di depan publik bisa diatasi dengan 3C, antara lain, content, context, dan cover.

Content di sini yaitu pembawaan dengan alur yang tepat. Kemudian context yakni bagaimana memilih rasa yang tepat, dan terakhir, cover adalah bagaimana tampil dengan sebaik baiknya.” jelas dia.

Lebih lanjut, Pristy menjelaskan bahwa 3C tersebut hanya diimbangi dengan 3V yakni vocal, verbal, dan visual.” intinya jika semakin banyak praktik maka akan mudah juga menguasai public speaking. Oleh karena itu, berlatihlah sebanyak mungkin, karena apapun profesinya public speaking adalah hal krusial yang mutlak dikuasai.” tandasnya. (wid)

 

Leave us a Comment